Nama : M Farhan Alhabsyi
Kelas : If 23 B
Npm : 22312084
Mat Kuliah : Matematika Diskrit
RANGKUMAN WEB SEMINAR SERIES MATEMATIKA SABTU, 22 OKTOBER 2022
Materi 1: Kemampuan Berpikir Mahasiswa dalam Pembelajaran Virtual Berbasis Metakognitif (Dr. Dwi Purnomo, M.Pd.)
Dasar Pemikiran:
• Musibah Pandemi Covid-19 selama 2 tahun telah memporak-porandakan model pembelajaran yang dilakukan dan dirancang selama ini.
• Era digital (industri 5.0) saat ini membutuhkan HOTS.
• Antisipasi yang dapat dilakukan dengan pembelajaran virtual.
• Metacognitive: Awareness, Evaluation and Regulation.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan mahasiswa berpikiri kritis dan kreatif dalam pembelajaran virtual berbasis metakognitif. Adapun data penelitiannya adalah sebagai berikut:
• Melaksanakan pembelajaran virtual terhadap 22 mahasiswa yang sedang menempuh Mata Kuliah Kalkulus Diferensial.
• Selama pembelajaran melakukan pengamatan untuk melihat metakognisi yang dilakukan mahasiswa.
• Siapkan rubrik HOTS.
• Lakukan analisis data 5 kategori berpikir kritis dan kreatif sebagai representasi dalam pembelajaran virtual.
Berpikir krtitis ialah sebuah proses yang sadar serta sengaja, yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi fakta serta pengalaman dengan sejumlah sikap yang reflektif, serta jua kemampuan yang memandu keyakinan serta tindakan. (Mertes, 1999).
• Indikator 1: memberikan penalaran sesuai dengan situasi yang ada.
• Indikator 2: mencari hubungan antara informasi dengan argumen yang ada.
• Indikator 3: mengidentifikasi sesuatu dengan berbagai sudut pandang untuk memperoleh solusi terbaik.
• Indikator 4: menganalisis dan mengevaluasi pilihan alternatif utama.
Hasil akhir analisis Chi-Kuadrat menunjukkan:
1. Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif sangat dipengaruhi oleh Kemampuan Dasar Mahasiswa.
2. Pembelajaran Virtual berbasis Metakognitif dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
3. Pembelajaran Virtual yang dilakukan lebih memudahkan dalam analisi kemapuan berpikir jika dilakukan secara SYNCHRONOUS
Materi 2: Pentingnya Literasi Digital Matematika untuk Menyongsong Era Society 5.0 (Raras Kartika Sari, M.Pd.)
ERA SOCIETY 5.0:
• Dimulai oleh Pemerintah Jepang pada tahun 2019 untuk antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0.
• Dapat dimaknai sebagai sebuah era yang mengkolaborasikan antara manusia dan teknologi dengan tujuan meningkatkan kualitas taraf hidup manusia secara berkelanjutan.
• Konsep ini berpusat pada perkembangan manusia untuk menciptakan Super Smart Society dengan memanfaatkan teknologi sebagai penggerak.
• Teknologi utama yang digunakan untuk menyukseskan Society 5.0 adalah Internet of Things (IoT), ArtificialIntelligence (AI), big data, dan robotic.
PENDIDIKAN ERA SOCIETY 5.0
• Dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM.
• Dibutuhkan perubahan paradigma pendidikan, pendidikan meminimalkan peran sebagai Learning Material Provider, Teacher Center Learning ke Student Center Learning.
• Pendidik berperan sebagai fasilitator, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk “Merdeka Belajar”.
LITERASI DIGITAL:
• Kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi digital dalam memperoleh informasi,mengelolainformasi dan menggunakan alat komunikasi untuk berinteraksi secara efektif.
• Literasi digital membantu generasi muda dalam memperoleh manfaat dari sumber informasi yang terhubung dengan teknologi digital dan menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan teknologi masa kini.
• Literasi digital juga membangun kemampuan berpikir kritis terhadap penggunaan teknologi digital.
MENGAPA LITERASI DIGITAL
MATEMATIKA PENTING?
• Literasi digital matematika di Indonesia masih sangat rendah.
• Sebagian besar proses pembelajaran akan berubah ke bentuk digital, baik sumber materi, tugas-tugas maupun proses belajar mengajar.
• Penggunaan alat-alat komunikasi baik itu komputer,laptop dan telepon seluler juga menjadikan kemauan peserta didik dalam literasi dengan menggunakan buku menjadi menurun.
KELEBIHAN LITERASI DIGITAL MATEMATIKA
• Literasi digital mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
• Literasi digital dapat meningkatkan kemampuan akademik matematika.
• Literasi digital menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan.
Komentar
Posting Komentar